Example 728x250
Example 728x250
Mimbar Tambang

Nikel, Blokade dan Washington, Babak Baru Geopolitik

×

Nikel, Blokade dan Washington, Babak Baru Geopolitik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tapi di balik senyum diplomasi, percakapan yang terjadi jauh dari basa-basi.

Prabowo Subianto bertemu Donald Trump.

Example 300x600

Dan di samping Presiden, bukan Menteri Luar Negeri.Bukan Menteri Perdagangan.

Yang berdiri di sana adalah Bahlil Lahadalia.

Di situ saya berhenti sejenak.

Karena ini bukan kunjungan simbolik.Ini negosiasi sumber daya.Dunia Tidak Lagi Bertarung Soal Ideologi.Dunia hari ini bertarung soal logam.

Mari kita geser kamera sebentar ke Karibia.

Kuba, 16–17 Februari 2026.

Blokade laut.Krisis energi.Listrik padam. Transportasi lumpuh.

Amerika menyebutnya alasan keamanan nasional. Tetapi di balik istilah itu ada satu kata yang lebih jujur : Nikel.

Kuba memiliki cadangan nikel terbesar ke-5 di dunia. Nilainya bisa menembus ribuan triliun rupiah jika dihitung dalam valuasi jangka panjang.

Dan siapa mitra utama Kuba dalam pengolahan nikel ?  Tiongkok.

Di sinilah geopolitik berubah menjadi perebutan rantai pasok militer dan energi hijau.

Kenapa Nikel Begitu Penting? Karena Nikel hari ini bukan sekadar bahan Stainless Steel.  Ia masuk ke :

Baterai Kendaraan Listrik, Sistem Penyimpanan Energi, Turbin, Kapal Selam, Tank, Jet tempur.

Dalam dunia yang bersiap pada ketegangan global Perang Dunia 3, mineral kritis adalah tulang punggung industri pertahanan dan transisi energi.

Siapa menguasai nikel, dia menguasai masa depan industri.

Indonesia di Tengah Papan Catur

Indonesia adalah pemilik cadangan Nikel terbesar nomor Wahid Dunia. Tetapi ada fakta lain yang tidak bisa kita tutupi.

Sebagian besar Smelter dan pengolahan Nikel kita saat ini berada dalam orbit investasi Tiongkok.

Artinya kita kuat di cadangan, tetapi struktur Hilirisasi kita berat ke satu poros.

Dan ditengah kebijakan tarif agresif Amerika serta skema subsidi hijau mereka, Washington sedang membangun rantai pasok baterai yang ingin lepas dari dominasi Beijing.

Di titik inilah kunjungan Prabowo kali ini ke Washington menjadi masuk akal.

Kenapa Presiden Membawa Menteri ESDM ? Karena yang dibahas bukan sekadar hubungan bilateral.

Yang dibahas adalah:

-Akses Indonesia ke skema green subsidy Amerika

-Posisi nikel Indonesia dalam rantai pasok baterai global

-Tarif ekspor dan pengolahan mineral kritis

-Kemungkinan reposisi investasi

-Diversifikasi mitra hilirisasi

Kalau hanya diplomasi politik, cukup Menteri Luar Negeri.

Tetapi kalau menyangkut tambang, smelter, royalti, dan penguasaan sumber daya—maka Menteri ESDM yang harus duduk di meja. Itu pesan yang sangat jelas.

Kuba Memberi Cermin

Kuba punya cadangan besar, tapi karena dekat dengan China, mendalat tekanan.

Indonesia punya cadangan lebih besar, sangat dekat secara ekonomi dengan China, dan kini mendekat secara politik ke Amerika. Apakah ini kebetulan ? Tidak. Ini balancing strategy.

Secara politik, Indonesia membuka ruang ke Washington.

Secara ekonomi, Indonesia tetap menjaga stabilitas dengan Beijing.

Ini bukan zig-zag tanpa arah. Ini permainan keseimbangan. 72 Jam yang Bukan Sekadar Berita.

Sebagian orang membaca ini sebagai kunjungan luar negeri biasa.Tetapi jika kita lihat dalam kerangka global, Blokade Kuba,

Tarif agresif Amerika.

Dominasi smelter China.

Transisi energi global.

Militerisasi rantai pasok.

Semua mengarah ke satu titik :

Mineral kritis menjadi senjata baru. Dan Indonesia berada tepat di tengah pusaran itu. Indonesia Masuk Arena

Indonesia tidak lagi bisa hanya menjadi eksportir bahan mentah.

Jika dunia berebut nikel, maka Indonesia harus mengatur permainan, bukan hanya memasok.  Membawa Menteri ESDM ke Washington adalah sinyal.

Kita sadar posisi kita. Kita tahu nilai kita. Dan kita sedang menegosiasikan ulang peran kita.

72 jam terakhir bukan sekadar berita. Ini pembuka bab geopolitik baru. Saat nikel menjadi senjata.

Indonesia tidak boleh berdiri di pinggir. Indonesia sudah masuk arena.

Penulis : Agus M Maksum.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *